skip to main |
skip to sidebar
KELAKUAN PSSI
Borok-borok
PSSI Kembali Dibongkar di Senayan Kamis, 12 Januari 2012 , 15:54:00 WIB
Laporan: Ujang Sunda PSSI/IST RMOL. Borok-borok Persatuan Sepakbola
Seluruh Indonesia (PSSI) kembali dibongkar di DPR. Kali ini yang
membongkarnya adalah Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
KPSI datang ke DPR sekitar pukul 13.00 WIB . Mereka datang dengan
pasukan yang cukup komplet. Ada Ketua KPSI Tonny Aprilani dan anggota
KPSI yang terdiri dari La Nyalla Mattalitti, Hardi Hasan, dan Robertho
Rouw. Mereka juga membawa pasukan sekitar 30 orang.
Di DPR, mereka diterima Wakil Ketua Komisi X Rully Chairul Azwar dan beberapa anggota Komisi Olahraga.
"Kami tidak ada kepentingan dalam masalah ini. Kami lakukan semua ini untuk perbaikan sepak bola
kita," kata Tonny mengawali pemaparan. Usai itu, Tonny lalu
menceritakan bagaimana pelanggaran statuta yang dilakukan Ketua Umum
PSSI Djohar Arifin. Mulai dari penyelenggaraan kompetisi, sampai ke
pemecatan empat orang anggota Komite Eksekutif. Karena itu tidak ada
jalan lain untuk memperbaiki semua kecuali dengan KLB alias Kongres Luar
Biasa. La Nyalla Mattalitti menegaskan, tidak pernah ada kepentingan
politik atas kisruh yang selama ini terjadi. Para anggota ingin KLB
lantaran Djohar Arifin cs sudah mengacak-acak organisasi PSSI. "Djohar
Arifin telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai ketua umum PSSI untuk
kepentingan bisnis kelompoknya. Djohar Arifin selalu bawa kepentingan
kelompoknya. Ini yang kita lawan," tegasnya. Robertho Rouw juga ikut
membongkar borok Djohar Aririn Cs. Salah satunya, kata Robertho adalah
meminta klub melakukan deposit sebesar Rp 5 milir sebelum ikut
kompetisi. "Ini kan sangat memberatkan klub. Mereka bilang itu syarat
dari AFC. Tapi setelah kami cek, ternyata tidak ada syarat itu,"
terangnya. Robertho menyatakan, KLB bukanlah hal tabu. KLB penting
dilaksanakan agar sepak bola Indonesia tidak makin hancur. "Kalau terus dibiarkan, lima tahun lagi kita akan makin acak-acakan," tegasnya. [ysa]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar